NLPExpo 2026 UIN Saizu Diserbu Ratusan Pengunjung, Mahasiswa Informatika Pamerkan 20 Inovasi AI dan NLP Berbasis Kearifan Lokal

UINSAIZU.AC.ID- Semangat inovasi teknologi kecerdasan buatan terasa kuat di Lobby Gedung S Kampus 2 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) di Purbalingga, Selasa (9/6/2026). Ratusan pengunjung memadati gelaran NLPExpo 2026, sebuah pameran teknologi yang menampilkan karya mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Natural Language Processing (NLP).
Pameran yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut menghadirkan 20 proyek inovatif hasil kerja mahasiswa angkatan 2023. Berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan mulai dari deteksi hoaks, chatbot, text-to-speech, hingga teknologi pengolahan Bahasa Banyumasan dapat dicoba langsung oleh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu mampu menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya mengikuti perkembangan global, tetapi juga mengangkat potensi budaya lokal. NLPExpo 2026 merupakan luaran dari mata kuliah Natural Language Processing yang diikuti mahasiswa Informatika kelas INF A dan INF B.
Dosen pengampu mata kuliah NLP yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknologi UIN Saizu Purwokerto, Dr. Warto menyebutkan, masing-masing kelas mengirimkan 10 kelompok terbaik yang selama satu semester mengembangkan berbagai sistem berbasis AI dan NLP.
Hasil pengembangan tersebut kemudian dipresentasikan kepada publik melalui konsep pameran interaktif. Berbeda dengan pameran akademik pada umumnya, seluruh proyek yang dipamerkan dapat dicoba secara langsung oleh pengunjung. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat berinteraksi dengan teknologi yang dikembangkan mahasiswa.
Konsep Interactive Booth menjadi daya tarik utama dalam NLPExpo 2026. Pengunjung dapat mencoba berbagai teknologi AI secara langsung, mulai dari mengetik kalimat untuk diuji dalam sistem Hate Speech Detection, mendengarkan suara hasil teknologi Text-to-Speech, hingga membuat gambar dari teks menggunakan teknologi Text-to-Image.
Selain itu, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan chatbot hasil pengembangan mahasiswa serta mengeksplorasi berbagai aplikasi berbasis pemrosesan bahasa alami yang dirancang secara mandiri. Format kegiatan yang memadukan Demo AI & NLP, Interactive Booth, dan Project Showcase membuat suasana pameran terasa lebih hidup dan edukatif.
Salah satu pengunjung, Naura, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda saat mengunjungi pameran tersebut. “Kita jadi tahu apa itu deep learning atau machine learning, tapi rasanya belajar sambil main dan eksplorasi, tidak monoton,” ujarnya.
Salah satu hal yang membedakan NLPExpo 2026 dengan pameran teknologi lainnya adalah hadirnya proyek-proyek yang mengangkat unsur budaya lokal. Dua kelompok mahasiswa mengembangkan sistem Named Entity Recognition (NER) Bahasa Banyumasan, sebuah teknologi yang dirancang untuk mengenali entitas penting dalam bahasa daerah yang digunakan masyarakat Banyumas dan sekitarnya.
Tak hanya itu, salah satu kelompok dari kelas INF A juga berhasil mengembangkan NER Quran Banyumasan, sebuah inovasi yang menggabungkan teknologi NLP dengan teks keagamaan berbahasa Banyumasan. Inovasi tersebut dinilai unik karena masih jarang dikembangkan di tingkat nasional.
Kehadiran proyek ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian bahasa daerah sekaligus memperluas akses terhadap literasi keagamaan. Selain proyek berbasis Bahasa Banyumasan, mahasiswa juga memamerkan berbagai teknologi AI modern yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Beberapa tema proyek yang ditampilkan meliputi Fake News Detection (Deteksi Hoaks), Relation Extraction, Text Summarization, Sentiment Analysis, Document Similarity, Keyword Extraction, Emotion Detection, Image-to-Text, Word Sense Disambiguation, Chatbot AI, Text-to-Speech dan Text-to-Image.
Setiap proyek menampilkan pendekatan, metode, dan kreativitas yang berbeda sehingga memberikan pengalaman eksplorasi yang beragam bagi pengunjung. NLPExpo 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran hasil pembelajaran, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengakuan resmi atas inovasi yang mereka ciptakan.
Panitia menyediakan penghargaan khusus bagi proyek terbaik dari masing-masing kelas. Karya yang terpilih nantinya akan didaftarkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi yang memiliki nilai guna dan potensi implementasi di masyarakat. Kegiatan NLPExpo 2026 mendapat perhatian penuh dari jajaran Fakultas Sains dan Teknologi UIN Saizu.
Dosen pengampu mata kuliah NLP yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknologi UIN Saizu Purwokerto, Dr. Warto, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama koordinator program dan sejumlah pejabat kampus lainnya.
Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan budaya riset, inovasi, dan kreativitas mahasiswa di bidang teknologi kecerdasan buatan. Kesuksesan NLPExpo 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa dari lingkungan kampus berbasis keagamaan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.
Melalui perpaduan antara kecerdasan buatan, inovasi digital, dan pelestarian budaya lokal, mahasiswa Informatika UIN Saizu berhasil membuktikan bahwa kampus di kota santri juga dapat melahirkan karya-karya teknologi yang relevan dan kompetitif.
NLPExpo 2026 menjadi gambaran nyata bagaimana AI tidak hanya digunakan untuk menjawab tantangan masa depan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga identitas budaya lokal melalui pendekatan teknologi modern. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia