Bedah Tantangan Pariwisata Banyumas Lewat Videografis, Tim Mahasiswa UIN Saizu Sabet Juara I Nasional

UINSAIZU.AC.ID- Data statistik sering kali dipandang sebelah mata sebagai deretan angka membosankan dalam laporan resmi. Namun, di tangan kreatif tiga mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, data justru disulap menjadi kompas digital yang mampu menuntun arah pembangunan daerah.
Lewat sebuah karya videografis inovatif berjudul “Kompas Pembangunan Banyumas di Balik Angka Pariwisata”, tim mahasiswa ini berhasil mengupas tuntas tantangan pariwisata Banyumas. Tidak sekadar memaparkan masalah, mereka juga merumuskan solusi strategis yang tepat sasaran agar sektor pariwisata daerah dapat bergerak lebih progresif.
Berkat kedalaman analisisnya, karya ini sukses menyabet Juara 1 kategori Best Data Insight pada ajang Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KST PTKI) II Tahun 2026. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa data ilmiah dapat dikemas secara populer tanpa kehilangan nilai substansinya.
Tim yang digawangi Kharisma Hendi Mahardika sebagai ketua, bersama dua anggotanya, Abid Zidan Maulana Asykar dan Imam Bukhori, memanfaatkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas. Fokus utama mereka adalah membedah Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel dan perilaku wisatawan yang berkunjung ke kota mendoan ini.
Berdasarkan data berkala per Maret 2026, kondisi perhotelan di Banyumas sebenarnya menunjukkan aktivitas yang cukup bergairah. TPK hotel keseluruhan berada di angka 26,13 persen. Sedangkan TPK hotel bintang mencapai angka yang lebih tinggi, yaitu 36,79 persen.
Angka okupansi ini menunjukkan bahwa hotel-hotel di Banyumas, khususnya hotel berbintang, memiliki daya tarik yang cukup stabil bagi para pengunjung. Meski angka okupansi hotel berbintang cukup baik, tim UIN Saizu menemukan sebuah anomali data yang krusial.
Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang di Kabupaten Banyumas ternyata hanya mencapai 1,16 malam. Temuan inilah yang menjadi titik fokus utama dalam videografis mereka.
"Singkatnya lama menginap ini mengindikasikan bahwa Banyumas masih lebih sering dijadikan lokasi singgah atau kota transit saja, bukan sebagai destinasi utama untuk berlibur dalam waktu yang lama," ujar Kharisma Hendi Mahardika.
Fenomena ini tentu menjadi tantangan besar. Padahal, durasi tinggal wisatawan berbanding lurus dengan perputaran ekonomi daerah. Semakin lama wisatawan menetap di suatu daerah, semakin besar pula peluang terjadinya transaksi ekonomi, mulai dari sektor kuliner, transportasi lokal, hingga pusat oleh-oleh.

Melihat tantangan tersebut, videografis “Kompas Pembangunan Banyumas di Balik Angka Pariwisata” tidak hanya berhenti pada pemetaan masalah, tetapi juga menawarkan dua rekomendasi konkret untuk mendongkrak pariwisata daerah:
1. Pengembangan Atraksi Wisata Malam Hari (Night Tourism)
Salah satu alasan kuat mengapa wisatawan enggan menginap lama adalah minimnya hiburan setelah matahari terbenam. Tim mengusulkan adanya wisata malam yang hidup dan aman, seperti pasar seni, festival cahaya, atau wisata kuliner malam terpusat. Hal ini akan memberikan pengalaman tambahan bagi wisatawan setelah mereka mengunjungi objek wisata alam di siang hari.
2. Pembuatan Paket Wisata Terintegrasi
Strategi kedua adalah menyusun rute perjalanan (travel pattern) yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Banyumas dengan wilayah sekitarnya (seperti Baturraden, pusat kota Purwokerto, dan desa wisata). Paket wisata yang terintegrasi ini dinilai ampuh untuk "memaksa" wisatawan memperpanjang masa tinggal mereka karena banyaknya aktivitas menarik yang terjadwal.
Melalui visualisasi yang sederhana, komunikatif, dan estetik, ketiga mahasiswa Informatika ini ingin mengedukasi masyarakat luas sekaligus para pemangku kebijakan. Kharisma menegaskan bahwa di tengah pesatnya pembangunan sektor pariwisata, keputusan yang diambil oleh pemerintah maupun investor harus didasarkan pada data yang akurat (data-driven policy).
Langkah ini penting agar setiap program kerja, pembangunan infrastruktur, dan investasi yang masuk benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar proyek kosmetik.
Prestasi yang diraih tim UIN Saizu di ajang KST PTKI II 2026 ini menjadi angin segar bagi dunia akademis. Mereka membuktikan bahwa ilmu informatika dan sains data memiliki peran yang sangat vital dalam memajukan sektor riil masyarakat. Di balik setiap angka statistik yang kaku, selalu ada cerita, tantangan, dan peluang yang bisa diolah menjadi pijakan bagi pembangunan Banyumas yang lebih sejahtera di masa depan.
Sementara itu, Kepala Program Studi Informatika, Anas Azhimi Qalban menyampaikan, ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Informatika UIN Saizu memiliki kemampuan yang kompetitif dalam mengintegrasikan teknologi, analisis data, dan kreativitas. Keberhasilan meraih Juara 1 pada kategori Best Data Insight menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik program studi di tingkat nasional. "Semoga prestasi ini menjadi awal dari berbagai pencapaian yang lebih besar di masa mendatang."
Dekan Fakultas Saintek UIN Saizu Purwokerto, Prof. Kholid Mawardi turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. "Saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim mahasiswa Program Studi Informatika yang berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Videografis Subtema Best Data Insight dalam ajang KST PTKI II 2026," ujarnya.
Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi mampu bersaing melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan berbasis data untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik maupun nonakademik, memperkuat budaya riset dan inovasi, serta membawa nama baik UIN Saizu Purwokerto di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi yang diraih oleh ketiga mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi untuk terus menghasilkan karya-karya inovatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Keberhasilan ini juga semakin mempertegas komitmen Program Studi Informatika UIN Saizu dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu berkontribusi melalui solusi berbasis data dan kreativitas digital. (AR/LU)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia